Agustri Darma Rumi

Not Try To Become A Success Man But Try To Become A Value Man

Arus Global Bernama Hak Asasi Manusia

Posted by Gus Thengil on November 9, 2006

Poltangan, 16 Maret 2006

Masih segar dalam ingatan kita saat-saat menjelang jatuhnya kekuasaan Orde Baru di Indonesia, arus apa saja yang sebenarnya mampu menggulingkan kekuasaan yang tiada taranya selama 32 tahun menancapkan kukunya di bumi nusantara ini.

Pertama, Krisis ekonomi, ya namun penyebabnya adalah tingkat inflasi yang meroket dan terpuruknya nilai rupiah terhadap dolar, tetapi itu juga akibat krisis perbankan yang berupa kredit macet yang bersumber dari praktik KKN di lingkungan pemerintahan dan pebisnis.
Kedua, Krisis politik, ya arena selama itu pula demokrasi dibungkam dan pentas politik nasional hanyalah sekedar panggung sandiwara dan itu juga bersumber dari praktik KKN dalam penyelenggaraan negara.
Ketiga, Dua hal tersebut yang paling dominan terasa bagi rakyat pada saat itu, sehingga membuahkan perlawanan masif dan serentak yang sebenarnya mengarah kepada revolusi (bukan sekedar reformasi). Akibat perlawanan tersebut, rejim otoriter dengan segala alat represifnya melakukan segala hal yang dianggap perlu untuk memadamkannya, sehingga tak ayal bentrokan terjadi dan korban pun berjatuhan ditambah lagi dengan gerakan represif di bawah tanahnya yang telah “berhasil” menghilangkan beberapa aktivis.
Dari uraian di atas, ketiga poin tersebut sebenarnya bermuara pada satu kebutuhan dasar yang tak terpenuhi yaitu “Hak Asasi Manusia” yang sebenarnya merupakan bola liar yang menggelinding ke semua negara di dunia ini, tak terkecuali Indonesia.
Lalu, apa jabaran HAM itu ? Saya akan membuat kategori utama HAM sebagai berikut :

HAM untuk hidup (atas nyawanya) dan menjalani kehidupannya.
HAM untuk meyakini sesuatu dan menjalankan keyakinannya.
HAM untuk berpikir dan mengungkapkan pemikirannya.
HAM untuk memiliki dan melindungi kepemilikannya.
HAM untuk memperoleh keadilan atau memiliki kesempatan yang sama.

Berdasarkan fakta lintas bidang, secara singkat menurut saya, kesalahan fatal Orde Baru adalah karena telah melanggar kelima prinsip utama HAM di atas, sehingga bangsa Indonesia akhirnya muak dengan kepemimipinan Pak Harto dan akhirnya melengserkannya.

Pelajaran yang bisa dipetik dari sejarah ini adalah bagi para pengusa harus benar-benar menghargai dan melindungi HAM seluruh rakyatnya serta berlaku adil, di samping kewajibannya dalam mensejahterakan rakyat !

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.